News Update :
Home » » Menuju kemerdekaan dari penjajahan intelektual

Menuju kemerdekaan dari penjajahan intelektual

Penulis : Rey Yudhistira on Senin, 16 Agustus 2010 | 14.33


evaluasi bangsa indonesia menyikapi HUT ke 65

Dewasa ini banyak dari kita yang kurang bangga menjadi rakyat Indonesia. memang sudah sepantasnya kita tidak berbangga hati dengan keadaan bangsa kita yang seperti sekarang ini,
bangsa yang dipenuhi dengan praktek korupsi, bangsa yang dijejali dengan kebobrokan moral, bangsa yang rata dengan kemiskinan, bangsa penyumbang rusaknya lingkungan peringkat keempat, olahraga kita yang minim prestasi, dan lain-lain. sekarang kita akan bahas satu per satu masalah yang dialami Indonesia.

KORUPSI

ini masalah yang paling utama yang harus secepatnya diselesaikan,. Indonesia yang termasuk 10 besar negara terkorup ini diprediksikan oleh para ekonom-ekonom dunia akan menghancurkan negara ini. korupsi yang terjadi hampir di semua sektor ini memang sudah terlalu akut, para eksekutif yang menjalankan uang pajak kita malah melarikan uang yang seharusnya dibuat kesejahteraan rakyatnya. legislatif (DPR) yang sudah kita percayai untuk menjadi kekuatan perimbangan bagi para eksekutif dan kita percayai untuk menyalurkan suara kita malah dengan mudahnya menerima sogok dari sana-sini, yudikatif (kepolisian, kejaksaan dan kehakiman) yang seharusnya mampu menjalankan konstitusi kita agar para eksekutif dan legislatif masih sejalan dengan cita-cita bangsa ini malah dengan mudahnya menerima suap dari para koruptor dan penjahat-penjahat bangsa, hal ini sungguh ironi sekali.

Dekadensi Moral

kebobrokan moral bangsa ini sudah bukan rahasia umum lagi, mungkin kita sudah terlalu muak karena sudah terlalu sering kita dengarkan dari media Indonesia yang semakin berlebihan. kebobrokan moral dapat dilihat tidak hanyais dari para pejabat-pejabat kita yang semakin hari semakin tidak ada juntrungannya, tapi juga bisa dilihat dari para public figure kita yang seharusnya bisa kita contoh malah memproduksi hal-hal yang tidak sepantasnya kita lihat. sering juga kita lihat di pemberitaan media ’seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya dari marabahaya malah merenggut kesucian anaknya’, ASTAGFIRULLAHAL ADZIM.

Kemiskinan

ingat kata-kata orang Jawa kuno ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’ yang artinya ‘di daerah yang subur rakyatnya sejahtera’. itu tidak hanya kata-kata mutiara saja, akan tetapi itu adalah hukum alam, didaerah yang subur rakyatnya sejahtera, akan tetapi apa yang terjadi dengan Indonesia, kurang subur apa tanah kita???? kita sembarang cangkul di tanah jawa dan taruh sebatang pohon ketela, tanpa kita apa-apakan hasilnya sudah pasti, tapi apa yang terjadi dengan rakyat jawa, pengemis dimana-mana, pengamen berserakan gelandangan pun ikut meramaikan jalan. bukit-bukit di kalimantan kalau kita buka sedikit saja, pasti yang kita temukan adalah batubara, intan, timah, minyak bumi bahkan uranium, tapi apa yang terjadi dengn kalimantan? masih banyak daerah yang tidak teraliri listrik. Sumatera tak kalah dengan jawa dan kalimantan, sebagai penghasil minyak CPO, kopi, bahkan gas LPG pun tersedia disini, akan tetapi apa yang terjadidengan Sumatera, pengangguran begitu mencemaskan. Sulawesi, daerah lumbung perikanan dan merupakan pengekspor hasil laut terbesar seIndonesia, tapi apa yang terjadi dengan daerah ini, para nelayannya begitu mengenaskan. Tanah Papua, Hmmmmm, sepertinya kita semua sudah pada tahu, emas terbaik sedunia dan penghasil emas terbanyak di tanah ini, dan apa yang terjadi pada Papua, sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi.

Perusak Lingkungan


40 tahun yang lalu negara kita dikenal dengan paru-paru dunia, tapi rating ke4 negara perusak lingkungan yang kita sandang sungguh mencengangkan. hutan yang semakin hari semakin gundul, satwa banyak yang punah, tumbuhan semakin langka, air tercemar limbah pabrik, udara yang semakin kotor, dan memang sudah sepantasnya kita diberi peringkat ke4 sebagai negara perusak lingkungan.

Olahraga yang minim prestasi


Hmmm,. sepertinya tidak usah dibahas disini, karena mungkin itu akan melelahkan kalau dibahas satu per satu, dan InsyaAllah akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. hehehe.

Mungkin sekian dari saya, dan mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi bahan evaluasi kita untuk menapaki indonesia yang mempunyai masa depan yang cerah terutama bagi kaum-kaum muda seperti kita, karena kaki kita lah yang bakalan membawa kemana arah indonesia, dan di tangan kita lah misi indonesia akan tercapai. terima kasih.

rahmat yudhistira 
Share this article :

Posting Komentar

POST

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Bukan Sastrawan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger