News Update :
Home » » Mencintai untuk Saling Menyakiti

Mencintai untuk Saling Menyakiti

Penulis : Rey Yudhistira on Rabu, 18 Agustus 2010 | 09.20

Terlalu nyaman dengan orang tersayang membuat tidak sungkan menunjukkan sisi terburuk.

Sadarkah Anda bahwa pasangan saling mencintai cenderung sering saling menyakiti? Salma Prabhu, seorang psikolog asal India mencoba menjelaskan.

Salma mengatakan, 'kebutuhan' untuk menyakiti secara emosional, atau terkadang fisik, orang-orang terdekat disebabkan dua faktor. Pertama, karena merasa terlalu nyaman dengan mereka, sehingga tidak sungkan menunjukkan sisi terburuk dalam diri.

Kedua, biasnya menimpa mereka yang merasa terbiasa tanpa dicintai. Maka, ketika ada yang menghujani dengan kasih sayang, mereka merasa tidak layak mendapatkannya dan muncul rasa tidak nyaman. Mereka pun akan mencoba untuk menyakiti atau melawan orang-orang yang menyodorkan cinta, sehingga dapat kembali ke status atau situasi sebelumnya.

Jika Anda mendengar kisah sakit hati yang dilakukan untuk orang-orang terdekat seperti orangtua, pasangan, teman dan saudara, mungkin akan merasakan keprihatinan. Tetapi bisa jadi Anda juga sebagai korban atau pelaku, tanpa menyadarinya. Menurut Salma, hal itu sering terjadi antarapasangan serta keluarga.

Orangtua dan anakAnak-anak sering memanipulasi orangtua mereka untuk mendapatkan keuntungan. Jika tidak dihentikan lebih awal, dapat menyebabkan mereka tidak menghormati orangtuanya. "Perilaku buruk harus dicegah sejak dini," kata Salma seperti dikutip dari Times of India.

"Bahkan hal kecil seperti tidak menjawab pertanyaan orangtua harus dikoreksi sehingga mereka belajar untuk menghargai. Cobalah berkomunikasi dengan mata, nada bicara dan ekspresi wajah, termasuk mengatur emosi," Salma menambahkan.

PasanganPasangan juga seringkali menyakiti secara emosional. Terutama ketika perceraian bukanlah pilihan yang mudah. Contohnya jika seorang wanita usai 40 tahun pernah dua kali gagal dalam hubungan dan disakiti baik emosi ataupun fisik, ia akan sulit beradaptasi dengan hubungan yang positif.

Hal itu bisa membuatnya selalu memicu konflik karena merasa rendah diri. Ia pun cenderung defensif dengan menempatkan dirinya dalam kondisi hubungan yang buruk.


viva news.com
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

heart tina
18 Agustus 2010 09.56

makanya jaga kepercayaan jangn saling berburuk sangka dan cintai pasanganmu disaat di lagi goyah dengan pendiriaannya, motivasilah dia.

20 Agustus 2010 14.42

kebahagiaan sebuah pasangan ga bisa diukur dari banyaknya materi tapi dari kepercayaan yang di berikan.

Posting Komentar

POST

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Bukan Sastrawan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger