News Update :
Home » » Komik Bom Bali Ungkap Pengakuan Ali Imron

Komik Bom Bali Ungkap Pengakuan Ali Imron

Penulis : Rey Yudhistira on Selasa, 12 Oktober 2010 | 11.26


Ada yang berbeda dalam peringatan Bom Bali 2002, Selasa hari ini, 12 Oktober 2010. Sebuah buku komik yang menggambarkan kejadian tragis itu, ikut diluncurkan.
Komik setebal 130 halaman ini diberi judul 'Ketika Nurani Bicara'. Isinya, gambaran peristiwa Bom Bali dari mata tim penyelamat, keluarga korban, dan salah satu teroris, Ali Imron.

Salah satunya adalah Haji Agus Bambang Priyanto, seorang muslim yang aktif menyelamatkan korban pasca ledakan. Ia menceritakan betapa mengerikannya proses pencarian korban hidup dan terluka.

Ada juga, Hayati Eka Laksmi, yang kehilangan suami dalam tragedi itu. Dia menceritakan betapa sulit ia melanjutkan hidup setelah serangan bom yang didalangi jaringan teroris Jemaah Islamiyah itu.

Sementara itu, Ali Imron, adik dua terpidana mati kasus Bom Bali--Amrozi dan Muklas--menyatakan penyesalannya dan bagaimana ia bekerja sama dengan polisi mengungkap kasus ini. Ia diganjar hukuman penjara seumur hidup.

Seperti dimuat situs The Age, komik ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah, perpustakaan, dan masjid di seluruh Indonesia.
Menurut penerbit, Lazuardi Birru, komik ini bertujuan mempromosikan perdamaian dan mencegah radikalisme terutama di kalangan muda.

Meski peringatan Bom Bali yang biasanya dilakukan di Kuta kini ditiadakan-- karena momentumnya bersamaan dengan upacara adat setempat--sebagai gantinya, perayaan tahun ini dilakukan di kompleks Konsulat Jenderal  Australia di Denpasar. Sekitar 100 korban dan anggota keluarga mereka hadir.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika antara lain menyatakan, "Saya kira peringatan ini bulan semata-mata untuk mengungkit dendam atau amarah tapi justru kita memberikan respect karena yang meninggalkan kita menjadi semangat bagi kita."



source : viva news 

Share this article :

+ komentar + 2 komentar

yhuli
14 Oktober 2010 21.09

BOM bali adalah sesuatu yang patut tuk dikenang di indonesia

19 Oktober 2010 09.34

iya karena itu adalah kejadian paling tragis selama ini..

Posting Komentar

POST

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Bukan Sastrawan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger