News Update :
Home » » Terkikisnya Budaya Bugis Oleh Perkembangan zaman

Terkikisnya Budaya Bugis Oleh Perkembangan zaman

Penulis : Rey Yudhistira on Minggu, 26 Desember 2010 | 02.39


Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang masih memberikan umur panjang sehingga mampu menikmati dunia yang penuh dengan perkembangan, karena perkembangan itulah manusia semakin cerdas menciptakan sesuatu yang seakan-akan dirinya mampu melampaui batas kekausaan Tuhannya.


Dewasa ini manusia di dunia mampu menciptakan komunikasi lewat dunia maya, sebut saja internet yang menggejolak di mata masyarakat, yang mampu menghipnotis hingga pelosok desa, tapi apakah kita tau bagaimana hal seperti itu menguasai kita?  merupakan pertanyaan yang sangat besar dalam diri masing-masing.

Internet bukan hanya mampu menguasai manusia tapi juga dapat menguasai budayanya, kenapa? karena manusia masih belum mampu memanfaatkan era ini dengan baik.

Dapat kita lihat kerusakan budaya yang ada di Indonesia, sebut saja budaya Bugis yang turun temurun mengharamkan bermesraan di depan umum jika bukan muhrimnya, tetapi kita lihat  budaya seperti seakan-akan hilang dibawa oleh arus perkembangan.

Kebudayaan bugis seakan-akan ditenggelamkan dengan budaya barat yang meraja lela dimana- mana, disudut kota hanya dihiasi dengan kebejatan, yang jika dipandah dari sudut budaya bugis yang menganut budaya SIRI” sudah hilang.

Budaya Bugis lambat laun semakin meredam, yang ada hanya budaya barat yang dipertontonkan banyak ummat, jadi pantas saja apabila Tuhan mengutuknya.

Diera global sekarang ini setidaknya kita hanya mampu mengambil sisi yang positif saja untuk menjaga budaya kita dari kemusnahan. Ini hanya sebahagian dari ulasan mengenai hilangnya budaya di daerah bugis, diluar sana masih banyak pertunjukan-pertunjukan bejat yang tak mampu direkam oleh mata.



Share this article :

+ komentar + 26 komentar

26 Desember 2010 pukul 06.45

Yups... budaya bangsa kita banyak yg mulai tergusur dan tersingkir oleh budaya asing.
Sangat memprihatinkan ya..?

27 Desember 2010 pukul 05.20

ga cuma budaya bugis kok, semua budaya juga sudah mulai terkikis dek jaman

makasih ya dah berkunjung ke Bintangair.... :)

27 Desember 2010 pukul 15.07

kayaknya sekarang malu sudah hilang yang penting sudah pacaran maka mesra-mesraan bebas di muka umum

27 Desember 2010 pukul 18.36

semua budaya banyak yg terkikis

27 Desember 2010 pukul 19.30

salam sobat
nice blog
trims visitnya ke Aljubail S,A

27 Desember 2010 pukul 22.09

Nggak cuma budaya bugis, budaya kita semua udah terkikis dan dikalahkan oleh budaya barat yang nggak jelas juntrungannya itu. Dan bukan hanya budaya, ajaran agama aja dilangkahin kok.
Nice post!

28 Desember 2010 pukul 00.37

hal ini pun dialami hampir seluruh daerah di Indonesia, ketika komersialisasi dan kehidupan modern serta kesibukan kerja menjadikan budaya daerah terlupakan.

mari lestarikan budaya Indonesia

28 Desember 2010 pukul 13.59

Itulah akibat kalo kita ga mampu untuk menyaring serangan budaya asing. Maka dengan begituh mudah menerobos budaya2 ketimuran yang ada. Bahkan orang jaman sekaang bukan cuma ga malu untuk bermesraan di depan umum ko, kumpul kebo ajah dah dilakukan secara terang2an.

Btw thanks dah maen ke blog keluargazulfadhli :-)

28 Desember 2010 pukul 19.01

Tidak hanya budaya bugis saja, banyak budaya lainnya yang juga mengalami pergeseran ... karena adanya budaya asing

28 Desember 2010 pukul 22.57

salam sobat
beberapa kali buka blog sobat ini, tidak muncul followernya.
saya tidak bisa balas follownya,cuma add friend dari dasbord blog saya dan saya add linknya.
silahkan dicek di BANNER & LINK.

29 Desember 2010 pukul 01.37

Gimana Follownya sob, Gak ada linknya nih....

My last blog Diet;Berat Ideal vs Bentuk Ideal

29 Desember 2010 pukul 02.03

maaf ya semuanya..ga bisa follow..
sebenarnya ada...cuman terkadang hilang..tapi ga usah khawatirr..nanti dibanahinn..

30 Desember 2010 pukul 02.45

Kalo ngga di antisipasi, bisa gawat ini. Indonesia yg terkenal dgn multikultural mungkin udh nggak lagi di masa depan >,<

31 Desember 2010 pukul 00.58

Memang sudah saatnya kita menjaga dan melestarikan budaya dari leluhur kita. Kunjungan balik...makasih dah mampir

Salam hangat & sukses selalu...

31 Desember 2010 pukul 01.03

iya, perkembangan jaman ada plus minusnya juga.
semoga hal2 baik masih bisa dipertahankan :)

31 Desember 2010 pukul 01.04

mungkin bukan hanya budaya bugis ya?
tetapi merata...

31 Desember 2010 pukul 01.33

iya memang, tapi (maaf ya), menurutku tak hanya budaya bugis yang mengharamkan , namun semua suku ya, apalagi tindakan itu berlawanan dengan agama. makasih bwt kunjungannya di blogku.

salam sobat

31 Desember 2010 pukul 01.57

bersyukur dengan kehidupan yang kita jalani sebagai manusia, ada kepuasan disana. Diimbangi dengan menyerasikannya dengan kondisi alam, siapa yang tidak bisa..maka cepat atau lambat akan mendapat sentilan berupa bencana alam atau lainnya....berikut pula dengan budaya suku bangsa...biasanya kebudayaan suku selalu bersisian/berdampingan dengan alam, karena ada kepolosan disana, kejujuran yang mengikut pada alam yang juga berlaku jujur apa adanya, filosofi nenek moyang yang sederhana tetapi sangat mendasar dan berperan.

salam hangat dari Balikpapan brother ^_^

31 Desember 2010 pukul 04.31

tidak hanya bugis..om...boleh dikatakan ...semua komponen budaya bangsa ini telah mengalami erosi besar-besaran..kearifan lokal sudah hilang.....btw..ty telah berkunjung ke gubung saya

1 Januari 2011 pukul 05.06

Memang diberi umur yang panjang,tapi sayang mereka belum sepenuhnya memanfaatkan waktu tersebut dengan sesuatu yang bermanfaat.

1 Januari 2011 pukul 05.10

Lam kenal juga sahabat. Betul,sebagai generasi penerus harusnya menjaga kebudayaan yang sudah ada dan melestarikannya. Bukannya merusaknya.

1 Januari 2011 pukul 10.42

budaya Indonesia dan budaya Timur pada umumnya semakin menghilang dari permukaan. akankah ini dibiarkan berlarut-larut. penting tuk mengambil tindakan secepatnya

1 Januari 2011 pukul 14.06

maklum di era keterbukaan yang mengalir deras adalah budaya barat, jadilah budaya tersebut sulit dibendeng

1 Januari 2011 pukul 22.20

salam sob
Budaya kita makin lama makin punah saja sob
happy new year

16 Mei 2011 pukul 06.04

blogwalking...

20 Mei 2013 pukul 18.27

iyya mas, saya juga yang di makassar nih sudah jarang sekali mas yang mengamalkan SiRi' yah yang sekarang makin bejat aja yah mas',,,,

Posting Komentar

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Bukan Sastrawan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger